Andry Chang — Jakarta, Indonesia

Andry Chang

Location: Jakarta, Indonesia

Translation to English is below. Andry is fluent in Bahasa Indonesian and English. 

Tidak seperti pada umumnya saya, Andry Chang sejak kecil saya memiliki hobi yang cukup unik yaitu membuat orang lain menjadi tertawa senang dan berbahagia. Saya sangat puas jika dapat membantu seseorang menghasilkan sesuatu yang biasanya tidak semua orang dapat melihatnya. Seiring bertambahnya umur dan pengalaman, semakin saya sadari bahwa bantuan tidaklah perlu sesuatu yang terlihat besar, tetapi sangat berarti untuk seorang individu; yang artinya dimana bantuan tersebut besar nilainya untuk orang tersebut.

Di samping itu, saya juga menyukai musik, memasak dan kegiatan fisik lainnya. Di tahun 1998 saya memulai karier sebagai seorang DJ di sebuah club besar di Jakarta, dimana waktu itu berpikir bahwa saya dapat menyenangkan hati orang lain melalui musik. Menjadi seorang DJ yang baik bukanlah hanya sembarang membunyikan suara saja tetapi juga harus menjiwai dan menguasai irama, yang kemudian dirangkai menjadi sebuah lagu yang harmoni dan nyaman di hati para pendengar. Sehingga, pendengar dapat memahami pesan dan isi hati pemain lagu tersebut.

Setelah tujuh tahun saya menjalani dunia musik, munculah keinginan untuk mencoba dunia kuliner. Masih berawal dari hobi yang sama yaitu membantu membahagiakan orang lain, saya selalu berusaha untuk menentramkan hati orang lain melalui makanan. Maka di tahun 2005 saya beranjak profesi menjadi seorang koki Jepang di sebuah hotel berbintang lima, Hotel Nikko, Jakarta. Di sinilah saya dituntut untuk bekerja dengan berkecepatan tinggi, teliti, juga dengan kualitas yang sama. Baik dalam mempertahankan bentuk presentasi, rasa maupun berat yang sama. Maka dari itu, langkah dan proses persiapan dan masak-memasak sangatlah penting untuk menghasilkan makanan yang baik dan berkualitas.

Tidak lama setelah menjadi koki, munculah penawaran untuk membantu orang lebih jauh lagi melalui bantuan fisik. Pada tahun 2009 saya belajar menjadi seorang instruktur pilates dan bekerja di salah satu studio pilates di Jakarta. Pada tahun 2010 saya bertemu dengan seorang anak laki-laki yang memiliki masalah scoliosis sebesar 60 derajat. Jika diperhatikan, anak laki-laki ini tidak memiliki kepercayaan diri karena skoliosisnya yang cukup besar; sehingga dalam waktu berdekatan sang anak harus melakukan operasi tulang punggung. Sehubung baru setahun pengalaman saya di dunia pilates, saya tidak memiliki kepercayaan diri untuk menangani kasus seperti ini. Saya sangat menyesal, sedih dan kecewa karena tidak dapat membantunya. Tetapi, tidak lama sejak kejadian tersebut, saya bangkit kembali dan munculah tekad bulat untuk mengkhususkan diri dalam hal scoliosis.

 

Pada tahun 2015 saya memutuskan untuk membangun studio sendiri, Infinity Pilates yang  yang menspesifikasikan diri dalam skoliosis dan rehabilitasi. Saya berterima kasih padanya bahwa kejadian tersebutlah yang memotivasi saya sehingga saya dapat sampai ke titik sekarang ini. Dari semua pengalaman-pengalaman tersebut, saya tumpahkan seluruhnya ke dalam dunia pilates yang saya jalani sekarang ini. Baik pengalaman dari dunia musik, masak maupun kejadian yang mengecewakan, dimana semua itu menghasilkan sebuah gerakkan yang mengalir, harmonis dan menjadi satu-kesatuan. Saya berharap dari semua ini, saya dapat menolong lebih jauh saudara-saudara yang memiliki masalah yang sama.

 

My name is Andry Chang. I do have a unique hobby since I was little. I like to make people happy and laughing because of what I did. I have a passion to help anyone who needs it;  and when I was successful to help, I was really satisfied and wanted to help even more people. As the time goes by, I’m getting older and getting more experiences, I realized that helping people is not about how big the materials are, but how much the value you have been given for the person. By understanding this, I can help precisely what people’s need.

Not only love to help other people, but I also love music, cooking and others that related with physical activities. I started to work as a DJ in a big club in Jakarta in 1998. I wanted to learn how to cheer people through music. Be a good DJ is not as simple as it is. We need to understand and master the rhythm and feeling for each song. So that, the listeners can get what are the song’s massages in harmony.

Seven years I became a DJ, developed an eager to learn culinary world. Still, I have the same mission to help people having a better life; where this time, I would made them happy through culinary. So, in 2005 I decided to work as a Japanese chef in a five-stars hotel, Nikko Hotel, Jakarta. Here, I learnt how to work in detail, fast, persistence and consistent. Slowly, I understand that quality control is the key of being successful in a long-term.

Not long after I lived in culinary world, I got an opportunity to help even closer to physically through pilates. Thus, in 2009 I learnt became a pilates instructor and in 2010 I met a boy who has a scoliosis issue with 60 degrees. He looked did not have any confidence and was so terrible due to his appearance. That time, he was planning a spine surgery within a short period. I was hopeless and did not dare to take the case as I only have one-year experience in pilates. I was really sorry, sad and did not know what to do to help him out from the situation. Nevertheless, not long after that, I was so eager to learn more about scoliosis.

In 2015 I opened my own studio, Infinity Pilates Jakarta that specify at scoliosis and rehabilitation. I was grateful that I met the boy, which motivated me to make myself specify on scoliosis. In the end, I combined and applied those lesson that I gained from my experiences every day in my live through pilates. As a result, my session there always has flow, balance, control and harmony within one single movement. Thus, I really hope that I can help more people who has the same issue, scoliosis as much as I can. I do not want my second regret happened.

 

 

KarenaAndry Chang — Jakarta, Indonesia